Ricardo Oliveira

Posted: February 27, 2008 in Profil

Dalam Jalur Renaissance

Sebanyak 10 gol yang dicetak Ricardo Oliveira di Real Zaragoza hingga pekan lalu membuat ingatan penggemar Blanquillos kembali ke tiga tahun lampau. Pada 2004/05, Oliveira memang sempat menjadi menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga dengan 22 gol.

6805.jpg

Pemain Brasil kelahiran Sao Paulo yang dipinjam dari AC Milan ini pun diramalkan World Soccer akan mengalami renaissance alias kebangkitan kedua dalam kariernya. Rangkaian prestasi gemilang pertama sang bintang di benak publik Spanyol terwakili sebuah gol spektakulernya ke gawang Barcelona, yang turut membuat Valencia menjadi kampiun La Liga 2003/04.

Uniknya, tendangan jarak jauh indahnya tersebut dianggapnya belum seberapa dibanding gol terbaiknya ke gawang AS Monaco pada 2004.

“Saya tak bisa melupakannya. Saya merebut bola di tengah lapangan dan melewati tiga bek Monaco sebelum mencetak gol. Itu gol yang penting karena akhirnya turut menentukan Real Betis lolos ke putaran grup Liga Champion,” kenang lelaki yang sering melewatkan waktu senggangnya dengan bermain gitar untuk istri dan putra tunggalnya itu.

Karier Ricardo yang penuh warna cerah ini berawal dari ajakan seorang sahabat untuk bergabung ke sebuah klub di Rio de Janeiro, Campo Grande, saat dirinya berumur 17 tahun. Ini kesempatan kedua Ricardo muda setelah ia pernah mandek ketika bergabung dengan akademi Corinthians, klub favoritnya, pada usia 14 tahun.

Layaknya remaja Brasil kebanyakan, ia tidak memiliki dasar pendidikan sepakbola formal dan mudah rindu kampung halaman. Meski Sao Paulo berjarak hanya sekitar 400 kilometer dan mudah dijangkau dengan bus dari Rio, toh Ricardo tidak betah di Campo Grande dan memutuskan pulang setelah mencoba bertahan satu pekan.

Rasa malu karena pulang dengan tangan hampa akhirnya membuat Oliveira lebih menguatkan hati ketika mengadu nasib di salah satu klub hebat asal Sao Paulo, Portuguesa, tiga tahun kemudian. Portuguesa berhasil mengasah bakat alam sang striker, yang memang saat menonjol ketika dirinya bermain futsal sejak usia 10 tahun.

Sosok Idealis

Hingga saat ini, prestasi terbaik pemain yang suka menunggangi mobil sport keluaran Italia dan Jerman tersebut adalah membawa Valencia menjadi juara Piala UEFA 2004 dan setahun kemudian menyabet Piala Konfederasi bersama Selecao.

“Saya bersyukur atas semua itu. Jujur saja, saya tak tahu harus jadi apa bila gagal di sepakbola. Sebagai lelaki yang tidak menyelesaikan sekolah, saya memang hanya ingin berhasil menjadi pesepakbola. Bagi saya, seorang manusia baru benar-benar menjadi manusia bila berani hidup dan mati untuk sebuah idealisme,” kilah Oliveira dalam situs resmi UEFA.

Cita-cita berikutnya dari Oliveira adalah menjuarai Liga Champion dan bermain di Piala Dunia 2010. Untuk ambisi terakhirnya peluang sedikit tertutup mengingat usianya kelak 30 tahun saat South Africa 2010 digelar.

Menjadi jawara di antarklub Eropa memang masih mungkin bila Milan menerima kembali Ricardo pada akhir musim ini. Akan tetapi, Blanquillos pun punya opsi untuk mengontrak permanen sang bintang yang kembali bersinar itu. Tak bisa dimungkiri, dalamnya makna kebangkitan di atas kini bergantung pada Oliveira sendiri.

BIODATA
——————–
Nama: Ricardo Oliveira
Lahir: Sao Paulo, 6 Mei 1980
Ukuran tubuh: 183 cm/79 kg
Posisi: Striker

(bolanews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s