Luka Yang Tak Terhapuskan

Posted: February 7, 2008 in Catatan Harian
Tags:

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.

Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.

Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.

Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dai bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

burden.jpg

“Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.

Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.

Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.

Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.”

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.

Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.

Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka.

Comments
  1. Addo says:

    Marico…Marico..betapa gay nya dirimu…hahaha bercanda2

    ————————————————————————————————————————————————————

    apa e??

  2. michelle says:

    wew..apik co sg ni..
    hahaha..

    ————————————————————————————————————————————————————

    thx

  3. g4lz says:

    yup…
    buat kita lebih hati2 lagi ma yang namanya perbuatan apalagi perkataan. luka fisik lebih mudah pulih daripada luka batin…hux hux…
    ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s