Wanita Agresif

Posted: March 16, 2009 in Catatan Harian

Susah jadi wanita, diam disangka tidak responsif, aktif dibilang agresif.

Pada dasarnya pria tidak keberatan jika pihak wanita bersikap agresif. Namun ternyata sikap agresif ini bisa menjadi penghalang hubungan jika tidak pada situasi yang tepat.

Lalu, bagaimana bersikap aktif tanpa menjadi agresif?

Fase perkenalan. Menurut pria, wanita seharusnya agresif.

Di awal perkenalan, biasanya pria selalu berperan sebagai pihak yang aktif untuk mendekati seorang wanita. Sedangkan wanita selalu sebagai pihak yang menilai dan memutuskan. Para pria ternyata tidak keberatan jika pihak wanita berinisiatif untuk mengambil sikap lebih asertif pada pria yang disukai. Seperti memulai perkenalan, memilih topik pembicaraan, bahkan mengusulkan pertemuan berikutnya.

wanita yang mengambil sikap lebih aktif dianggap lebih peka dan lebih mudah memahami pria. Alasan lainnya adalah pria ternyata juga memiliki kejenuhan untuk selalu menjadi pihak yang aktif dalam melakukan pendekatan.

Fase kencan, menurut pria, wanita cenderung mulai agresif

Diakui atau tidak, ketika Anda mulai berkencan atau “jalan bareng” dengan seorang pria, tanpa sadar Anda mulai memberi label-label tertentu. Entah itu label “hanya teman” , “TTM (teman tapi mesra)” atau “komitmen”. Mungkin Anda tidak mengatakannya secara langsung, namun pria bisa membacanya dari bahasa tubuh Anda, topik pembicaraan yang Anda pilih juga kata-kata yang Anda selipkan ketika Anda berbicara kepadanya.

Banyak pria tidak keberatan untuk berkomitmen atau menjalani proses berkencan. Hanya saja mereka tidak menyukai label-label yang Anda berikan pada fase awal hubungan. Mereka menganggap Anda terlalu cepat berkesimpulan untuk sesuatu yang baru berjalan. Akhirnya mereka justru mundur dan tidak tertarik lagi untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan Anda.

Fase komitmen, menurut pria, wanita terlalu agresif

Setiap hubungan yang mengarah pada komitmen dapat mengalami kebosanan jika setiap pembicaraan, aktivitas, atau kegiatan kencan Anda selalu membicarakan hal yang rutin dan mudah ditebak. Selain itu, terlalu menuntut agar pasangan berubah sesuai dengan keinginan Anda, akan membuatnya mengurungkan niat untuk menjalin komitmen lebih serius dengan Anda.

Fase persimpangan, menurut pria, wanita perlu bersikap agresif

Beberapa hubungan berjalan dengan lancar. Anda bertemu seorang pria, jatuh cinta dan menikah atau sebaliknya. Namun banyak juga pasangan yang justru tidak tahu kemana arah hubungan mereka atau ‘menggantung’.

Nah, untuk kasus seperti ini, para pria ternyata setuju akan sikap wanita yang ‘merongrong’ mereka untuk mengambil keputusan. Pada saat-saat tertentu pria memang membutuhkan sebuah ‘tendangan’ atau ultimatum untuk bisa berkomitmen.

Comments
  1. Carizza yang Maniieeesss says:

    hahahahaha, bisa ku pakai tips ini buat deketin cowo yg lagi ta suka! hahahaha.. mantap bossssss……….

  2. arX says:

    hahaha…

    sip2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s