Massimo Ambrosini

Posted: March 27, 2008 in Profil

Penantian Sepuluh Tahun

Januari 1997, majalah Guerin Sportivo memprediksi Massimo Ambrosini bakal menjadi gelandang jempolan di Italia. Ambrosini membutuhkan waktu sangat lama untuk mewujudkan prediksi tersebut.

Selama sepuluh tahun setelah prediksi yang juga dimuat oleh BOLA edisi 668 itu keluar, Ambrosini hanya dikenal sebagai pemain pelengkap di klubnya, Milan. Dia spesialis cadangan yang tidak cukup banyak tampil.

Selain cedera yang terus-menerus menerpanya, Ambrosini juga dianggap tidak sebagus deretan gelandang yang masuk-keluar di Milan sejak tahun 1997.

“Di klub lain, dia akan menjadi pemain inti,” tulis La Gazzetta setelah keberhasilan Milan menjuarai Serie A 2003/04. Kondisi itu tidak membuat Ambrosini ingin pindah ke klub lain. Dia tetap setia bersama I Rossoneri.

“Jujur, saya sempat memikirkan mencoba klub lain. Tapi, pada akhirnya saya tidak bisa berpaling dari Milan,” katanya seperti dikutip situs acmilan.com.

Guerin mengedepankan keuletan dan ketekunan sebagai kelebihan Ambrosini. Pemain yang akrab dipanggil Max itu memang sangat ulet dan tekun.

“Peluang tidak datang sendiri. Saya tahu harus selalu bekerja keras kalau mau mendapatkan kesempatan merumput,” ungkap Ambrosini pada Channel4.

Di musim 2006/07, Max akhirnya benar-benar terbebas dari cedera. Dia tidak langsung mendapatkan tempat di tim utama Milan. Namun, menyusul rentetan penampilan hebat, nasib Ambrosini menemui jalan terang.

Pelatih Milan, Carlo Ancelotti, dipaksa mengubah formasi dari 4-3-1-2 ke 4-3-2-1 untuk memberikan tempat kepada Ambrosini. Max bukan lagi pelengkap karena ia sekarang sudah menjadi elemen penting buat Setan Merah.

Max bekerja sama dengan baik bersama Andrea Pirlo-Gennaro Gattuso. Gayanya disebut gabungan dari dua rekannya di centrocampista Milan itu. Dia bisa mendistribusikan bola bak Pirlo dan menekel seperti Gattuso.

Ambrosini melengkapi kemampuan itu dengan efektivitasnya di udara. Ia sudah sering menjadi penyelamat Il Diavolo Rosso lewat gol-gol tandukan kepalanya.

Andalan Italia

Posisi mapan di starting XI Milan membuka jalan Ambrosini di tim nasional Italia. Gli Azzurri saat ini mengadopsi sistem permainan yang mirip dengan Milan: 4-3-3. Pirlo dan Gattuso sudah menjadi pemain inti di sana.

Boleh jadi pelatih Roberto Donadoni tidak mau pusing. Siapa lagi yang terbiasa bekerja sama dengan Pirlo-Gattuso kalau bukan Ambrosini? Melihat trio ini sehati di Milan, mengapa tidak mencobanya di Gli Azzurri?ambrosini.jpg

Trisula ini meloloskan Italia ke Euro 2008 dengan menang 2-1 atas Skotlandia di kualifikasi. Mereka juga yang mengawal lini tengah Si Biru saat melibas sesama peserta Euro 2008, Portugal, dalam uji coba terakhir.

Menjelang tes menghadapi Spanyol, Rabu (26/3), Donadoni tetap memanggil tiga gelandang ini kendati prestasi Milan tidak terlalu oke. Ini bukti Donadoni sudah sangat percaya kepada kapasitas Ambrosini dkk.

Peluang Ambrosini berangkat ke Austria-Swiss cukup besar. Ini akan menebus kekecewaan gagal membela Italia di Piala Dunia 2002-2006 serta Euro 2004.

Sepuluh tahun bukan waktu penantian yang sebentar. Max bisa dibilang terlambat mentas. Tapi, dia tetap menikmati hasil kerja kerasnya. Sesuai dengan prediksi, Ambrosini kini sudah menjadi seorang gelandang jempolan.

“Saya merasa nyaman saat ini. Apa yang saya lalui memberi pelajaran saya harus fokus di masa kini. Tidak perlu mengeluh soal masa lalu atau merisaukan masa depan,” tuturnya seperti dirilis situs resmi UEFA. (Dwi Widijatmiko)

DATA DIRI
———————-
Lahir: Pesaro, 29 Mei 1977
Tinggi/Berat: 182 cm/72 kg
Posisi: Gelandang

(bolanews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s