Merebut Kembali Kepercayaan

Posted: March 6, 2008 in Catatan Harian
Tags:

Anda mungkin pernah berbuat kesalahan dalam hubungan. Akibatnya, Anda dicap sebagai laki-laki yang tidak dapat dipercaya, buaya darat, gombal, playboy, atau entah apa lagi. Jika sudah dicap demikian, bagaimana cara memperbaikinya?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah meminta maaf. Segeralah meminta maaf setelah melakukan hal buruk seperti mengingkari janji, berbohong, atau hal yang ia tidak suka. Diberikannya kata maaf bukan berarti semua beres, dan ia dapat menerima kita kembali seperti semula. Ada banyak hal yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan kembali kepercayaannya.

Bersikaplah konsisten.
Ia akan merasa heran jika tiba-tiba saja Anda rajin berolahraga, atau pulang terlambat dari kantor. Apapun yang tidak biasa Anda lakukan sebelumnya akan membuatnya curiga. Bersikap konsisten tidak berarti monoton tanpa perubahan. Jika suatu saat Anda ingin berubah, lakukan secara perlahan. Dan selalu ceritakan padanya setiap rencana atau program apapun yang Anda jalani. Dengan melihat proses, pasangan tidak akan curiga.

Sesuaikan ucapan dengan perbuatan.
Jika pasangan Anda mendengar Anda mengatakan sesuatu, namun sikap tubuh Anda menunjukkan sesuatu yang lain, ia akan tahu itu. Ia mungkin akan diam, tapi di hatinya, ia tahu kebohongan Anda. Meski efeknya tidak dalam waktu dekat, suatu saat nanti masalah itu akan membuatnya ‘meledak’ dan akan memporak-porandakan hubungan Anda.

Jangan sembunyikan rahasia.
Percayalah, menyembunyikan rahasia akan sangat menguras energi Anda. Jika Anda menyimpan ‘seekor gajah’ di dalam kamar, ia akan tahu meskipun ia tidak dapat melihatnya. Ia akan tahu dari sikap tubuh Anda yang selalu khawatir, menunjukkan ‘aku menyembunyikan sesuatu’. Insting perempuan sangat peka. Jika Anda tidak mau berbagi rahasia dengannya, meskipun itu bukan sesuatu yang buruk, ia akan berpikiran macam-macam. Karena itu, lupakan saja untuk main rahasia-rahasiaan.

Katakan apa yang Anda inginkan.
Secara jelas, lugas. Jangan pernah berpura-pura tidak menginginkan sesuatu, semua hanya dipersembahkan untuknya. Anda juga punya kebutuhan. Ia justru akan curiga jika Anda selalu memberikan yang terbaik untuknya sementara Anda tidak memikirkan kebutuhan Anda sendiri. Ia akan curiga, “Ah, pasti ada maksud di balik semua kebaikannya padaku”. Ia akan berpikir mungkin sekarang Anda bersikap manis, tapi suatu saat bisa saja ia berbalik. Terlebih jika Anda menunjukkan sikap manis yang berlebihan setelah kesalahan yang Anda buat. Kesannya, Anda coba ‘menyuap’ nya dengan hadiah atau perhatian yang berlebihan.

Percayalah ia cukup kuat menerima kritikan.
Anda ingin mengkritik pasangan Anda, namun Anda ragu dan berpikir, “Ah, Aku tidak mau menyakitinya.” Jangan anggap remeh pasangan Anda. Kritikan, atau apa pun itu, jika disampaikan dengan cara yang baik dan halus, tidak akan melukai hatinya. Sebaliknya, ia akan berterima kasih kepada Anda karena telah menghargainya. Kritik yang membangun akan membuatnya semakin kuat.

Tunjukkan siapa sebenarnya Anda.gg.jpg

Tidak perlu menutup-nutupi jati diri Anda. Katakan apa yang Anda suka, tidak suka, pendapat Anda terhadap suatu masalah, latar belakang Anda. Keluarkan saja apa yang ada di dalam batok kepala. Biarkan dia mengenal Anda luar dalam. Dengan begitu, ia akan mempercayai Anda. Namun jangan katakan semuanya seperti sedang presentasi di depan kelas, utarakan dalam perbincangan ringan atau percakapan biasa, di sela-sela obrolan sehari-hari.

(men.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s