Juan de la Cruz Ramos Cano

Posted: March 6, 2008 in Profil

Layaknya dalam permainan poker, Direktur Olahraga Tottenham asal Prancis, Damien Comolli, mempertaruhkan semua chip miliknya ketika mendatangkan Juande Ramos dari Sevilla akhir Oktober lalu.

xii.jpg

Bayangkan, Ramos dibayar 17,5 juta pound (Rp 314,75 miliar) untuk kurun empat tahun, padahal pelatih asal Spanyol berumur 53 tahun itu tidak pernah sekali pun membawa sebuah klub menjadi juara liga. Bayaran itu dianggap sejumlah tabloid London tidak masuk akal karena menjadikan Ramos sebagai pelatih termahal dunia pada level klub saat ini.

Pekan lalu, semua kartu dibuka dan Comolli ternyata keluar sebagai pemenang setelah Spurs berhasil meraih trofi liga Inggris, Piala Carling. The winner takes all! Benarkah semua chip di atas meja sudah ludes diambil Spurs? Belum, karena sebagian masih dipertaruhkan Tottenham di ajang Piala UEFA musim ini.

Ya, anak-anak Ramos memang masih bertarung di 16 besar Piala UEFA dan berpeluang menjadikan sang pelatih menjadi figur pertama yang menyabet trofi tersebut sebanyak tiga kali berturut-turut.

Lagi-lagi, ayah tiga anak tersebut bakal berkencan dengan sang takdir, yang belakangan menjadikannya sebagai pelatih spesialis juara pada cup competition.

Well, karier gemilang lelaki yang sempat terpilih sebagai Pelatih Terbaik 2007 oleh International Federation of Football History and Statistic itu sangat berkebalikan dengan pengalamannya saat masih menjadi pemain.

Bentangan perjalanan karier sepakbola Ramos muda berakhir di usia 28 tahun ketika dirinya mengalami cedera lutut parah yang sempat membuat tempurung lututnya berpindah tempat. Meskipun demikian, ia sempat turun mengenakan kaus Elche CF di Januari 1975 ketika klub yang dilatih Nestor Rossi ini merumput di La Liga.

Sosok yang hingga kini masih menyimpan bola kulit berwarna cokelat pemberian sang ayah itu memang amat mencintai sepakbola. Buatnya, sepakbola bukanlah perkara “menang dan kalah”, tapi sebuah perjalanan.

Memikat Hati Sponsor

“Dalam dunia profesional pun sepakbola harus tetap dinikmati sebagai sebuah permainan. Harus selalu ada ruang bagi pemain untuk berimprovisasi dan taktik hanyalah sebuah garis besar perjanjian pola permainan yang harus dipahami dan dijiwai bersama-sama,” ujar Ramos, layaknya seorang filsuf, pada World Soccer.

Filosofi di atas menurut Ramos akan menyederhanakan sepakbola yang sering tampak rumit di mata orang awam dan juga sebagian kaum profesional di sepakbola. Hal ini juga terbukti manjur untuk Ramos, yang hingga kini belum berani berbahasa Inggris pada konferensi pers resmi, tapi mencobanya saat berkomunikasi dengan para pemain Spurs.

Harus diakui kebersahajaan sosok Ramos dan bukti nyata di lapangan adalah kombinasi unik yang amat memikat. Hal ini konon telah membuat pihak sponsor utama, Mansion, meminta Comolli memperpanjang masa kontrak sang pelatih. Permintaan itu disebut-sebut diajukan langsung oleh pemilik Mansion asal Indonesia, Putera Sampoerna!

BIODATA
———————
Nama Lengkap: Juan de la Cruz Ramos Cano
Panggilan: Juande Ramos
Lahir: Pedro Munoz, 25 September 1954
Posisi saat masih bermain: Gelandang
Klub saat masih bermain: Elche, Alcoyano, Linares, Eldense, Alicante, Denia

(bolanews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s