Benarkah Anda Ingin Dia Kembali?

Posted: March 4, 2008 in Catatan Harian

Setelah berpisah dengan pasangan, Anda mungkin menyesal dan ingin kembali padanya. Namun dalam hati terdalam, Anda masih ragu karena takut akan terjadi lagi perpisahan yang membuat Anda patah hati untuk kedua kali. Keputusan untuk kembali harus benar – benar dipikirkan dengan baik-baik, jangan hanya karena tak kuasa menahan rindu, Anda mengorbankan diri dan perasaan Anda sendiri. Kata Suparta Brata, mencari jodoh itu seperti menunggu dokar di Malioboro. Jika tidak cocok dengan satu dokar, biarkanlah dia berlalu, dan dokar yang lain akan segera menghampiri Anda. Jadi jangan khawatir.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut ini, untuk mengetahui apakah Anda benar ingin ia kembali atau hanya terbawa perasaan saja.

Anda merasa kesepian?

Apakah Anda merindukannya, atau merindukan saat-saat bersama dirinya? Seringkali kita merasa menyesal telah mengakhiri sebuah hubungan hanya karena kita belum menemukan seseorang yang baru. Dan Anda merasa kesepian di saat itu sehingg Anda berharap kembali padanya untuk mengisi hari-hari Anda yang kosong.

Anda ingin balas dendam?

Perasaan yang Anda rasakan sekarang biasanya hanya berasal dari keinginan Anda untuk membuatnya merasakan apa yang Anda telah rasakan. Jika keinginan Anda untuk membuatnya kembali adalah untuk membuatnya merasa bersalah dan meminta maaf pada Anda, atau hanya untuk balas dendam, lupakanlah saja. Anda sudah tak lagi mencintainya, dan membuatnya menderita hanya akan menguras tenaga Anda. Memang ada sisi menyenangkan bagi Anda, tetapi tindaka tersebut tidaklah tepat. Sebaliknya, fokuskan perasaan Anda untuk memaafkannya, dan perlahan rasa sakit akibat patah hati itu akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

ihtelove1.jpg

Anda menginginkannya karena Anda tak bisa lagi memilikinya?

Setelah berpisah dengan Anda, ia mungkin terlihat lebih manis, dan Anda menjadi ingin kembali lagi kepadanya? Atau, Anda menginginkannya kembali setelah ia bersama orang lain pengganti Anda? Jangan terbawa perasaan itu, pikirkan dengan baik-baik sebelum melakukannya.
Kalaupun akhirnya ia kembali pada Anda dan meninggalkan pacar barunya, bisa saja jika suatu saat terjadi masalah, Anda yang dipersalahkan karena hal itu belum tentu membuat ia sepenuh hati kembali pada Anda. Juga, jika Anda nekat mengajaknya kembali padahal ia sudah memiliki pasangan baru, Anda akan selalu dihantui perasaan khawatir, jangan-jangan, ia kembali lagi kepadanya.

Apakah dia layak mendapat kesempatan kedua?

Pikirkan kembali, mengapa Anda memutuskan berpisah. Jika Anda merasa tak nyaman lagi bersamanya, jangan memutuskan kembali. Jangan korbankan masa depan Anda dengan menjalin hubungan dengan seseorang, padahal ia sudah menyakiti Anda. Tak jarang seorang perempuan memutuskan terus kembali kepada pasangan yang menyakitinya, karena tak sanggup hidup sendiri. Padahal jika ia mampu meninggalkannya, barangkali saja ia akan menemukan seseorang baru yang jauh lebih baik.

Apakah Anda yakin semuanya sudah berubah?

Jangan bermimpi mengubahnya. Watak dan kepribadian seseorang tidak akan berubah karena Anda meninggalkannya. Jangan percaya kalau ada seseorang yang berkata bahwa watak dan kepribadiannya sudah berubah sejak Anda meninggalkannya. Kalau pun ia berusaha memperbaiki dirinya, pastilah membutuhkan waktu yang tidak singkat. Jika penyebab putusnya hubungan Anda adalah karena sikapnya yang buruk, jangan biarkan Anda merasa kecewa dengan perpisahan untuk kedua kalinya.

Apa pendapat keluarga dan teman-teman?

Seperti pepatah berkata “Love is Blind“, Anda mungkin masih ‘terbutakan’ oleh cinta. Karenanya, penilaian Anda cenderung subjektif terhadap dirinya. Mintalah pendapat keluarga atau teman-teman yang Anda percaya, karena mereka akan memberikan penilaian yang lebih objektif, meskipun pada akhirnya juga keputusan terakhir kembali kepada diri Anda sendiri.

(berbagai sumber)

Comments
  1. Liem Fransiskus Aprianto says:

    Cinta itu tidak memaksa..klo ingin kembali ya lakukan saja, klo ingin pisah ya pisah saja…Kebebasan adalah segalanya…bila cinta itu mengikat, berarti cinta itu otoriter…

    Halah, aku kie ngomong opo to…sing penting wis tak comment i co…wakkakka

    ———————————————————————————————————————————————————-

    akakkakaak….maka e itu harus ditanyakan kembali pada diri kita sendiri…hehe…

  2. ” Apa pendapat keluarga dan teman-teman? ”

    sesuai dengan point yang terakhir, kalau ingin kembali menjalin tali kasih tapi pendapat orang-orang itu tidak menyukai kita harus bagaimana?

  3. arX says:

    coba Anda pahami dan resapi dahulu ttg pendapat orang2 disekitar Anda tersebut…

    apakah bnr orang yang Anda sayang itu seperti yang dikatakan orang2 disekitar Anda itu?

    kalo memang bnr, saran dari saya, sebaiknya Anda jangan menerima kembali…

    memang butuh waktu, mgkn Anda akan dengan sendirinya akan melupakan dirinya…

    coba baca artikel “Lajang yang Bahagia”, semoga dapat membantu Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s